Keterangan Gambar : KSOP Balikpapan berfoto bersama usai gelaran Apel Persiapan Posko Angkatan Laut Lebaran 1447 Hijriah, di dermaga Pelabuhan Semayang.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan memperketat pengawasan keselamatan pelayaran. Upaya ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat melalui jalur laut berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan angkutan laut selama periode mudik. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut agar pelayanan transportasi laut tetap mengedepankan standar keselamatan.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat di sektor kepelabuhanan telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang memilih pulang kampung menggunakan kapal laut.
“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat yang mudik melalui transportasi laut merasa aman dan nyaman, serta dapat tiba di tujuan dengan selamat,” ujar Weku, usai pelaksanaan Apel Persiapan Posko Angkatan Laut Lebaran 1447 Hijriah di dermaga Pelabuhan Semayang, Jumat (13/3/2026).
Secara nasional, pergerakan penumpang kapal laut pada musim mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan awal yang sempat diproyeksikan mencapai sekitar 10 persen.
Sementara itu, untuk wilayah Balikpapan, peningkatan jumlah penumpang diprediksi relatif kecil. Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, lonjakan penumpang di Pelabuhan Semayang diperkirakan hanya sekitar 1 persen dibandingkan tahun lalu.
Weku menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan pola perjalanan masyarakat yang mulai melakukan mudik lebih awal. Selain itu, tingginya tingkat keterisian penerbangan juga turut memengaruhi pergerakan penumpang di sektor transportasi laut.
“Kami melihat tingkat okupansi penerbangan sudah hampir 100 persen. Kemungkinan sebagian masyarakat sudah berangkat lebih awal,” jelasnya.
Meski peningkatan jumlah penumpang tidak terlalu signifikan, KSOP tetap mengingatkan masyarakat untuk disiplin mematuhi aturan keselamatan selama berada di atas kapal.
Salah satu hal yang kerap terjadi, menurut Weku, adalah penumpang yang berkumpul di satu sisi kapal ketika kapal mulai merapat ke dermaga karena ingin segera turun. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan kapal.
“Ketika kapal mendekati dermaga, sering kali penumpang berdiri dan berkumpul di satu sisi kapal. Hal ini bisa mempengaruhi stabilitas kapal, sehingga kami mengimbau penumpang tetap mengikuti arahan awak kapal,” tegasnya.
Selain aspek keselamatan penumpang, faktor cuaca juga menjadi perhatian penting menjelang periode mudik. KSOP terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala.
Apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman, keberangkatan kapal dapat ditunda hingga situasi kembali memungkinkan untuk pelayaran.
“Informasi cuaca kami pantau secara rutin. Jika kondisi tidak aman, keberangkatan kapal bisa ditunda sampai situasi benar-benar memungkinkan,” katanya.
Berdasarkan perkiraan sementara, puncak arus mudik melalui jalur laut di Balikpapan diprediksi akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026. KSOP pun mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mematuhi seluruh arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan perjalanan mudik. (*)
Tulis Komentar