Keterangan Gambar : Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Memasuki bulan Maret 2026, masyarakat Kalimantan Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut periode ini merupakan puncak musim hujan yang ditandai dengan meningkatnya curah hujan serta potensi gelombang laut yang lebih tinggi di sejumlah perairan, termasuk Balikpapan.
Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa secara klimatologis Maret merupakan periode dengan intensitas hujan tertinggi di wilayah Kalimantan Timur sebelum mulai menurun pada April mendatang.
“Bulan Maret biasanya menjadi puncak musim hujan di Kalimantan Timur. Curah hujan cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, sementara pada April intensitasnya mulai berkurang,” ujarnya.
Selain curah hujan, kondisi perairan juga perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut. Berdasarkan catatan klimatologi BMKG selama sekitar 25 tahun terakhir, tinggi gelombang di perairan Balikpapan pada bulan Maret umumnya berada pada kisaran 0,5 hingga 2 meter.
Meski masih tergolong normal untuk karakteristik perairan setempat, Djoko mengingatkan agar aktivitas pelayaran tetap memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
“Data historis menunjukkan tinggi gelombang di perairan Balikpapan pada bulan Maret berkisar antara 0,5 hingga 2 meter. Namun, pemantauan kondisi cuaca tetap perlu dilakukan secara berkala,” jelasnya.
BMKG juga menyoroti potensi kenaikan muka air laut yang dapat terjadi pada bulan ini. Fenomena tersebut berkaitan dengan fase bulan baru dan posisi bulan yang relatif lebih dekat ke bumi, yang berpengaruh terhadap pasang surut air laut.
Kondisi tersebut tidak selalu memicu banjir rob, namun dapat menimbulkan genangan di kawasan pesisir jika terjadi bersamaan dengan pasang maksimum.
Djoko menyebutkan, periode pasang laut yang cukup tinggi diperkirakan mulai terjadi pada 20 Maret 2026. Berdasarkan pemantauan BMKG, potensi kenaikan muka air laut tertinggi diperkirakan terjadi di wilayah Sungai Berau, disusul Balikpapan dan Sungai Mahakam dengan ketinggian yang dapat mencapai sekitar 2,7 meter.
“Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan atau banjir rob,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan, untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca resmi guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi cuaca selama periode puncak musim hujan. (*)
Tulis Komentar